Kontak

 

Andy Rifky

WA/Xl 087885235999
WA/Smpti 

Email : gmproteksi@gmail.com

Sales & Marketing Office 

 


Komplek Taman Palem Mutiara Blok A15 No. 28
Cengkareng Jakarta 

Kantor Pusat & Pabrik 

Tlp.02122523266

Fax.54355904

Live Visitor

Google Adsense

Live Visitor (copy) submid

Cari Artikel

Wednesday, 10 January 2018 06:30

Alat Pemadam Kebakaran STARVVO

Written by
Rate this item
(0 votes)

Alat Pemadam kebakaran  Ringan adalah Alat yang berbentuk tabung & perlengkapanya untuk padam akan api pemadam api yang dapat digenggam baik dengan satu atau kedua tangan serta mudah dipakai oleh satu orang untuk memadamkan api pada awal mula terjadinya kebakaran kecil untuk mencegah api membesar dengan memperhatikan tata cara penggunaan dan memenuhi syarat-syarat serta langkah-langkah penanggulangan kebakaran.

Alat Pemadam Api Merupakan Suatu alat berupa tabung yang diisi dengan media yang dapat mengatasi serta memadam kebakaran pada awal terjadinya api bukan untuk api yang sudah besar Alat Pemadam api alat – alat pemadam kebakaran api terdiri dari gabungan Alat Pemadam Api Ringan APAR & Alat Pemadam Api Berat APAB

SPARE PARTS ALAT PEMADAM API RINGAN APAR & APAB

Alat – Alat pemadam kebakaran yang terbuat dari tabung MERK STARVVO tesebut terbuat dari bahan berkualitas tinggi seperti besi baja. Setingan , metalurgi, mekanik. Sehingga tahan terhadap bahan kimia serta tahan terhadap tekanan gas yang sudah terukur sesuia kapasitas tabung yang ukuranya masing- masing . Tabung berbentuk seamless yaitu tabung yang dibuat tanpa adanya las. yaitu las pasir

    PIN PENGAMAN  Fungsi Alat pemadam kebakaran Untuk di buka dan di tutup menyegel dan menggonsi sebelum tabung APAR di aktifkan

    VALVES Alat yang fungsi untuk menutup dan membuka aliran media Isi yang berada di dalam tabung. APAR

    HANDLE Alat yang fungsi sebagai pegangan untuk menekan serta membantu valve dalam melakukan fungsi saat menggunaka APAR .

    PRESSURES GAUGE Alat Jarum meteran & ukuran yang berfungsi untuk menunjukkan tekanan GAS NITROGEN N2 dalam tabung. APAR

    HOSES Alat Selang Corong yang berfungsi sebagai pegangan untuk mengarahkan media pada sumber api dan tempat .

    PERLENGAPAN  BRACKET/ HANGER & BOX Spare part yang berfungsi sebagai gantungan

APAR. MEDIA ASLI ISI DAN BAHAN ALAT PEMADAM API RINGAN APAR

HARGA ALAT PEMADAM KEBAKARAN 

1. Alat Pemadam Kebakaran Dry Chemical Powder Dry Chemical powder merupakan kombinasi dari fosfat Mono-amonium dan ammonium sulphate. Yang fungsinya adalah bahwa hal itu mengganggu reaksi kimia yang terjadi pada zona pembakaran, sehingga api berhenti. Dry Chemical powder juga memiliki titik lebur yang rendah dan pada partikel yang sangat kering serta membengkak untuk membentuk penghalang yang hingga oksigen tidak dapat masuk sehingga dapat menutup area api, akhirnya api tidak akan menyala dikarenakan pijakan api ditutupi oleh Dry Chemical powder. Merupakan media pemadam api serbaguna, aman dan luas pemakaiannya karena dapat mematikan api kelas A, B, dan C. Dapat menahan radiasi panas dengan kabut partikelnya. Tidak menghantarkan listrik (Non Konduktif). Serbuk kimia kering tidak beracun (Non Toxic)

Ukuran 3 Kg

Model : SV – 30 P

Type : Dry Chemical Powder

Class : ABC (Kayu, Plastik, Karet, Kertas, Minyak, Solar, Bensin dan Listrik

Fungsi : Ruangan Kantor dan Rumah

Finishing RED : Powder Coating Ketebalan Tabung : 1,1 mm

Pembayaran COD (Setelah barang diterima) untuk daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi Garansi 3 tahun

Free Ongkir : Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi. Gratis Kartu Perawatan Kartu Inspeksi Bulanan Gratis Sticker Petunjuk Arah Tabung Sudah Termasuk Sticker Expired

Keunggulan Starvvo Dry Chemical Powder 3 Kg Cocok digunakan untuk Kantor Standard Kualitas CE (Eropa) Tabung memiliki Lapisan Bawah Anti Karat Uji Laboratorium dari Dinas Pemadam dan BPPT

HARGA RP. 1.459. 612

Tip'S dari Asosiasi Peralatan Peralatan Pemadam Kebakaran. Alat pemadam api kimia kering memadamkan api terutama dengan menginterupsi reaksi kimia segitiga api. Jenis pemadam api yang paling banyak digunakan saat ini adalah bahan kimia kering serbaguna yang efektif pada kebakaran Kelas A, B, dan C. Agen ini juga bekerja dengan menciptakan penghalang antara elemen oksigen dan elemen bakar pada kebakaran Kelas A. Bahan kimia kering biasa hanya untuk kebakaran Kelas B & C. Penting untuk menggunakan alat pemadam yang benar untuk jenis bahan bakar! Menggunakan agen yang salah dapat membiarkan api menyala kembali setelah ternyata berhasil dipadamkan dengan sukse 

2.Alat Pemadam Kebakaran Carbon Dioxide (Co2) Senyawa kimia yang terbentuk dari 1 atom karbon dan 2 atom oksigen, yang dapatdihasilkan baik dari kegiatan alamiah maupun kegiatan manusia.Dapat digunakan memadamkan kebakaran kelas B dan C karena merupakan bahan gas, Co2 tidak merusak, dengan daya guna yang efektif dan bersih. Sangat efektif digunakan dalam ruangan tertutup/ In Door.Dapat menyerap panas sekaligus mendinginkan.Konstruksi tabung sangat kuat dan berat karena dirancang khusus untuk menahan tekanan tinggi dan dilengkapi dengan selang yang panjang dengan nozzle yang berbentuk corong.

Ukuran : 3,2 Kg

Model : SV – 320 CO2

Type : Carbon Dioxide (CO2) Portable

Class : BC (Minyak, Solar, Bensin, Elektronik dan Listrik)

Fungsi : Ruangan Besar, POM Bensin (SPBU) dan Elektronik

Cara Pembayaran COD (Setelah barang diterima) untuk daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi

Garansi 3 tahun Free Ongkir Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi. Gratis Kartu Perawatan / Kartu Inspeksi Bulanan

Gratis Sticker Petunjuk Arah

HARGA Rp. 3.638.250

Alat Pemadam Api Ringan Carbon diokside CO2 

3. Alat Pemadam Kebakaran Foam AFFF (Aqueous Film Forming Foam) Foam AFFF adalah berbasis air dan sering mengandung surfaktan berbasis hidrokarbon seperti sulfat sodium alkyl, dan fluoro surfactant sepertifluorotelomers, asam perfluorooctanoic (PFOA), atau asam perfluorooctanesulfonic(PFOS). Mereka memiliki kemampuan untuk menyebar di permukaan cairan berbasis hidrokarbon. Alcohol-resistant aqueous film forming foams (AR-AFFF) adalah busa yang tahan terhadap reaksi dari alkohol, dapat membentuk lapisan pelindung ketika disemprotkan. Dapat digunakan untuk memadamkan, api kelas A namun sangat cocok bila digunakan untuk kelas B. Bersifat Kondukstif (Penghantar Listrik). Tidak dapat dipakai untuk memadamkan api kelas C. Foam bersifat ringan, efektif untuk memadamkan zat cair yang mudah terbakar dengan cara mengisolasi oksigen dan menutupi permukaan zat cair untuk menghindari api yang dapat menjalar kembali. 

5. Alat Pemadam Kebakaran Foam Liguide Gas Selama bertahun-tahun, busa telah digunakan sebagai media pemadam api untuk cairan yang mudah terbakar dan mudah terbakar. Tidak seperti agen pemadam lainnya - air, bahan kimia kering, CO2, dan lain-lain, busa berair yang stabil dapat memadamkan api cair yang mudah terbakar atau mudah terbakar dengan mekanisme gabungan pendinginan, yang memisahkan sumber nyala api / pengapian dari permukaan produk, menekan uap dan bahan bakar yang membekap. Ini juga bisa aman untuk waktu yang lama melawan reflash atau reignition. Air, jika digunakan pada bahan bakar hidrokarbon standar, lebih berat daripada sebagian besar cairan dan jika diaplikasikan secara langsung ke permukaan bahan bakar, akan tenggelam ke dasar sedikit atau tidak ada efek pada pemadaman atau penekanan uap. Jika bahan bakar cair memanas di atas 212ºF, air bisa mendidih di bawah permukaan bahan bakar yang membuang bahan bakar dari daerah yang terkandung dan menyebarkan api. Untuk alasan ini, busa adalah bahan pemadam api utama untuk semua potensi bahaya atau daerah di mana cairan yang mudah terbakar diangkut, diproses, disimpan atau digunakan sebagai sumber energi. Sebelum meninjau manfaat berbagai jenis konsentrat busa, ada beberapa terminologi yang terkait dengan busa yang harus dipahami.FOAM: Busa pemadam kebakaran hanyalah massa stabil dari gelembung berisi udara kecil, yang memiliki kerapatan lebih rendah daripada minyak, bensin atau air. Busa terdiri dari tiga bahan - air, konsentrat busa dan air. Bila dicampur dalam proporsi yang benar, ketiga bahan ini membentuk selimut busa homogen.. SOLUSI FOAM: Ini adalah solusi konsentrat air dan busa setelah dicampur bersama dalam proporsi yang benar.

  1. Knnsetrat Foam   : Alat Pemadam Kebakaran STARVVO Konsentrat cairan ini dipasok dari produsen yang dicampur dengan air dalam proporsi yang benar membentuk larutan busa.
  2. Finished Foam     : Alat Pemdam Kebakaran
  3. Starvvo Foam      : solution karena keluar dari alat pelepasan, setelah diangin-anginkan.
  4. Drainage Rate     : Ini adalah tingkat Alat Pemadam Kebakaran STARVVO Inport di mana larutan busa akan menguras dari massa busa yang meluas atau berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk 25% larutan yang mengalir dari busa. Hal ini sering disebut dengan kehidupan seperempat atau waktu pengeringan 25%. Busa yang memiliki waktu pengeringan cepat biasanya sangat cair dan bergerak, menyebar melintasi permukaan bahan bakar dengan sangat cepat. Sementara busa dengan waktu pengeringan yang lebih lama kurang bergerak, mereka bergerak melintasi permukaan bahan bakar secara perlahan.
  5. Tingkat Expansi   : Volume busa jadi dibagi dengan volume larutan busa yang digunakan untuk membuat busa jadi; Artinya, rasio 5 banding 1 berarti bahwa satu galon larutan busa setelah aerasi akan mengisi wadah 5 galon kosong dengan massa busa yang meluas.

Model: SV- 30P

Type : CLEAN AGENT AF 11 :

Senyawa kimia hidrochlorocarbon (HCFC)

Fungsi : Ruangan Kantor dan listrik serfer, panel dan sejenisnya

Finishing : Powder Coating Ketebalan Tabung : 1,1 mm

Pembayaran COD (Setelah barang diterima) untuk daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi Garansi 3 tahun

Free Ongkir : Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi. Gratis Kartu Perawatan / Kartu Inspeksi Bulanan Gratis Sticker Petunjuk Arah alat pemadam kebakaran Sudah termasuk Sticker Expired

Keunggulan Starvvo Clean Agent AF 11 3 Kg :

Cocok digunakan untuk Kantor Standard Kualitas CE (Eropa)

Clean Agent AF 11 memiliki Lapisan Bawah Anti Karat Uji Laboratorium dari Dinas Pemadam dan BPPT

                                                        HARGA . RP. 3.341.800

LEMBARAN EKSPANSI RENDAH: Isi Alat Pemadam Kebakaran Api Busa diangin-anginkan sampai rasio ekspansi antara 2 sampai 1 dan 20 sampai

1. MEDIUM EXPANSION FOAM: Rasio ekspansi antara 20 sampai 1 dan 200 banding

1. HIGH EXPANSION FOAM: Ekspansi di atas 200 sampai

1. TINGKAT DILUSIAN, RATA-RATA TINGGI, ATAU TARIF PROPORSI: Jumlahnya biasanya ditunjukkan pada ember atau drum konsentrat. Wadah biasanya akan menampilkan angka atau kombinasi angka. Angka normal yang ditunjukkan adalah 1%, 2%, 3% atau 6% atau kombinasi antara 1% dan 3%, 3% dan 3%, atau 3% dan 6%. Jika wadah konsentrat busa mengandung 3%, berarti untuk setiap 100 galon larutan busa yang dibutuhkan, galon air adalah 97 galon air. Jika galon konsentrat busa harus dicampur dengan 100 galon larutan busa. Dari uraian di atas, jelas bahwa konsentrat busa 3% dua kali terkonsentrasi sebagai konsentrat busa 6%. Pada ukuran dan jenis api cair yang sama, konsentrat busa sebanyak 3% akan diperlukan jika konsentrat busa 6% telah digunakan. KOMPUTER SEAWATER: Bisakah konsentrat busa digunakan dengan air laut dan air tawar? Konsentrat busa modern dapat digunakan dengan baik dengan air laut, air tawar atau payau.

BAGAIMANA FOAM MENYATAKAN KEBAKARAN LIQUID FLAMMABLE: Api menyala karena ada empat elemen yang ada. Unsur-unsur ini adalah panas, bahan bakar, air (oksigen) dan reaksi berantai kimia. Dalam keadaan normal jika salah satu elemen dilepas / diintervensi, api padam. Busa pemadam kebakaran tidak mengganggu reaksi kimia. Busa bekerja dengan cara berikut: Selimut busa permukaan bahan bakar mencekik api. Selimut busa memisahkan sumber api / pengapian dari permukaan bahan bakar. Busa mendinginkan bahan bakar dan permukaan logam yang berdekatan. Selimut busa menekan pelepasan uap yang mudah terbakar yang bisa bercampur dengan air. Sebelum kita meninjau berbagai jenis konsentrat busa mekanis, mohon dipahami bahwa ada dua kelompok bahan bakar mudah terbakar atau mudah terbakar yang berbeda. Bahan bakar hidrokarbon standar seperti bensin, solar, minyak tanah, bahan bakar jet, dll. Produk ini tidak dicampur dengan air atau tidak tercemar dalam air, yaitu produk ini mengapung di atas air dan, pada sebagian besar, mereka tidak melakukan int 5. Client Agent Gas Pengganti Hallon HCFC-141b is a hydrochlorofluorocarbon (HCFC). Merupakan senyawa dari 1,1-dichloro-1-fluoroethane dan Chemical Abstracts. Merupakan pemadam api yang bersih dan tidak meninggalkan residu. Sangat efektif untuk semua resiko kebakaran kelas A, B dan C. Tidak menghantarkan listrik (Non Konduktif), sehingga tidak akan menyebabkan kerusakan pada peralatan elektronik dan alat perkantoran modern lainnya.

ClEAN AGEN AF11 STRVVO HALON FREE BAHAN ASLI PENGGANTI HALON Clean Agent AF 11. Agen Perlindungan Bersih Fire Protection Protection Agent dengan Hydrofluorocarbons dengan Hydrofluorocarbons Mark L. Robin, Kenneth V. Blanchard dan Souvik Ghosh DuPont Fluoroproducts Disajikan di: Kebakaran indonesia 2009 Mumbai, India 7 September 2009 Senyawa halogenasi sebagai Pemadam Api Awal 1900-an ¾ Pemadam CCl4 diperkenalkan Akhir tahun 1920an: Metil Bromida (CH3Br) ¾ Lebih efektif daripada CCl4 ¾ Aplikasi pesawat terbang Inggris ¾ Perang Dunia II - pesawat militer Jerman, laut Akhir 1930an: Bromoklorometana (CH2BrCl) ¾ Luftwaffe Jerman ¾ Angkatan Udara AS pada akhir 1940an Senyawa halogenasi sebagai Pemadam Api Akhir tahun 1940an ¾ Pasukan AS mencari agen secara efektif CH3Br atau CH2BrCl, namun dengan toksisitas lebih rendah ¾ Lebih dari 60 agen dievaluasi ¾ Empat dipilih untuk studi lebih lanjut Halon 1301 CF3Br Halon 1211 CF2BrCl Halon 1202 CF2Br2 = Era Halon: 1960 sampai 1994 Halon 1301: CF3Br ¾ Aplikasi total banjir Halon 1211: CF2BrCl ¾ Portable, aplikasi lokal "Agen bersih" Tidak ada residu korosif atau abrasif tersisa setelah pemadaman listrik Air, busa, bubuk - kerusakan sekunder akibat ke agen bisa melebihi kerusakan akibat kebakaran 5 Automatic Sprinkler System Discharge Automatic Sprinkler System Discharge 6 Sistem Pelepasan Sistem Foam Discharge 7 Sistem Kimia Kering Discharge Sistem Kimia Dry Discharge 8 Halon 1301 / Halon 1211: "Agen bersih" Agen bersih ¾ Tidak ada residu korosif atau abrasif Tidak ada kerusakan pada aset sensitif / mahal ¾ Tidak perlu dibersihkan setelah dibuang Tidak ada gangguan bisnis Sumber: Laporan ROI Alinenan, Januari 2004. 9 Dampak Downtime terhadap Berbagai Dampak Downtime terhadap Berbagai Aplikasi Bisnis Aplikasi Bisnis Aplikasi Bisnis Diperkirakan Biaya Outage per menit, US $ Manajemen Rantai Pasokan $ 11.000 Perdagangan Elektronik $ 10.000 Pusat Layanan Pelanggan $ 3.700 ATM $ 3.500 Manajemen Keuangan $ 1.500 Pesan $ 1.000 Infrastruktur $ 700 Sumber: Laporan ROI Alinenan, Januari 2004. 10 Era Halon: 1960 sampai 1994 Apa yang membuat Halons "The Ideal Fire Alat pemadam "??? ¾ Bersih ¾ Penekanan api yang efisien ¾

BAHAN ISI CLEAN AGEN AF11 HAlON FREE GAS KIMIA PENGGANTI HALON DI SAJIKAN MENJADI HALON RAMAH LINGKUNGAN TIDAK MERUSAK LAPISAN OZZONE Secara kimiawi lembam

  • Penyimpanan stabil
  • Tidak reaktif secara kimiawi ¾ Listrik tidak ¾ Toksisitas rendah ¾ Biaya rendah Kombinasi unik dari properti 11 Era Halon: 1960 sampai 1994 Aplikasi Halon 1301 / Halon 1211 ¾
  • Fasilitas elektronik ¾ Ruang komputer ¾ Peralatan komunikasi ruang ¾ Industri minyak & gas
  • pipa perpipaan
  • platform lepas pantai ¾ Ruang mesin kapal ¾ Museum ¾ Perpustakaan 12 Penipisan ozon Sumber:
  • A.S. EPA 13 Sifat Penggantian Halon Ideal Penggantian Halon Ideal
  • Membersihkan
  • Penekanan api yang efisien
  • Kimia inert ¾ Stabilitas penyimpanan jangka panjang ¾ Tidak ada reaksi kimia dengan air, bahan bakar, aset
  • Listrik elektrik
  • Toksisitas rendah
  • Zero ODP
  • Zero GWP
  • Biaya produksi yang wajar Tidak ada pengganti yang ditemukan memenuhi semua persyaratan di atas 14 Halon 1301 Replacements Halon 1301 Replacements
  • Hydrofluorocarbons (HFCs) ¾ HFC-227ea: FM-200® CF3CHFCF3 ¾ HFC-125: FE-25TM CF3CF2H ¾ HFC-23: FE-13TM CF3H
  • Hydrochlorofluorocarbons (HCFCs) ¾HCFC Campuran A: NAF-S-II
  • HCFC-22 / HCFC-123 / HCFC-124 / d-limonene
  • Gas inert ¾ IG-541: InergenTM Ar / N2 / CO2 ¾ IG-55: ArgoniteTM Ar / N2
  • Keton yang disempurnakan ¾ FK-5-1-12: NovecTM 1230 CF3CF2CCF (CF3) 2 HAI HCFC Sesuai dengan Phaseout 15 Agen Terhalogenasi:

BAHAN ISI CLEAN AGEN AF11

Mekanisme pemadaman listriTerutama melalui mekanisme fisik penghapusan panas ¾ Kurangi suhu api di bawah ini dibutuhkan untuk tetap menyala ¾ Mekanisme yang efisien - memadamkan Konsentrasi biasanya 4 sampai 12% v / v 16 Agen Gas Inert: Mekanisme pemadaman listrikFlame extinguishment via pengenceran O2 ¾ Melambat laju reaksi pembakaran titik dimana reaksinya tidak bisa lagi bertahan sendiri ¾ Mekanisme pemadaman listrik tidak efisien Konsentrasi biasanya 40 sampai 70% v / v 17 KINERJA AGEN: AGEN KINERJA Inert Gas & HFC: Gas Inert & HFC Jumlah Badan untuk Perlindungan Volume 100 M3 Kelas B Bahaya Kelas B Bahaya a Agen agen dibutuhkan, % v / v Agen wajib, kg Agen wajib, % v / v 7.0 54.8 40.0 72.4 8.7 43.9 Agen wajib, kg HFC-227ea 69.4 IG-541 81.9 sebuah Heptane 18 Perbandingan Inert Gas dan Inert and Gas Comparison Sistem Halogenasi Halogenasi Agen Gas Inert

• Tidak bisa dikompres cair - disimpan setinggi tekanan gas

• Tekanan tinggi diperlukan silinder, pipa

• Membutuhkan sejumlah besar silinder - tapak besar

• Biaya meningkat lebih banyak cepat dengan bertambah ukuran sistem Agen Terhalogenasi

• Disimpan sebagai cairan

• Massa besar agen bisa disimpan dalam volume kecil

• silinder standar, perpipaan

• Jumlah kecil silinder dibutuhkan - kecil tapak 19 Sistem Gas Halocarbon vs Inert: Sistem Gas Halocarbon vs Inert: Lampiran 1000 m3, Kelas A Hazard Enclosure, Kelas A Bahaya Agen Desain Conc.,% v / v Agen, kg 7.0 548 40.0 724

CARA MENGGUNAKAN TABUNG PEMADAM API Walaupun berbeda bentuk dan ukuran, namun berbagai merk Alat Pemadam Api Ringan umumnya memiliki cara kerja yang hampir sama : Di dalam bahasa inggris terdapat singkatan untuk memudahkan kita mengingat cara menggunakan alat pemadam api ringan, yaitu :

P.A.S.S Pull atau Tarik Pin hingga segel putus atau terlepas. Pin berada diatas Tabung A.P.A.R (Alat Pemadam Api), Pin juga berfungsi sebagai pengaman, handle atau pegangan dari penekanan Alat Pemadam Api yang tidak disengaja. Arahkan nozzle/Aim atau ujung hose Alat Pemadam Api yang kita pegang ke arah pusat api. Squeeze atau Tekan handle atau Pegangan Untuk mengeluarkan/menyemprotkan isi tabung. Pada beberapa merk handle penyemprot terletak Dibagian ujung hose. Sapukan nozzle/Sweep yang kita pegang ke arah Kiri dan Kanan api, agar media yang disemprotkan merata mengenai api yang sedang terbakar Perlu diingat setiap jenis alat pemadam api ringan memiliki kemampuan jangkauan yang berbeda, disamping itu perhatikan arah angin sebelum kita mulai menyemprotkan isi tabung pemadam api ringan. Jangan sampai posisi kita berdiri berlawanan dengan arah angin, karena akan mebahayakan diri kita sendiri. Sebaiknya kita berdiri diposisi membelakangi arah angin selain untuk menghindari tiupan hawa panas juga menghindarkan kita dari media yg kita semprotkan kembali kearah kita.

CARA PEMILIHAN ALAT PEMADAM API RINGAN APAR Sebaiknya memilih APAR yang memiliki penunjuk pressure tekanan dalam tabung, sehingga dapat dilihat masih fungsi atau tidaknya tabung pemadam api tersebut. Memilih tabung seamless (Tanpa Las), sehingga mengurangi bahaya kebocoran pada tabung pemadam api. Telah diuji kelayakannya oleh Dinas PMK Laboratories. Sebaiknya memilih atau membeli tabung pemadam api yang bergaransi. CARA PENEMPATAN ALAT PEMADAM API RINGAN (APAR) Mudah terlihat, tidak terhalang oleh benda apapun. Mudah dijangkau. Penempatan apar jangan terlalu tinggi, tidak melebihi standar PMK yaitu 120cm.

CARA PERAWATAN ALAT PEMADAM API RINGAN APAR Dilakukan pengecekan berkala per-6 bulan. Untuk menghindari pembekuan media pada tabung pemadam api, harap dilakukan 1 kali pembolak-balikan tabung per-bulan. Dilakukan pengecekan tekanan dalam tabung dengan mengecek pressure/indikator yang berada pada tabung pemadam api. Dilakukan pengecekan selang pada tabung pemadam api. Dilakukan pembersihan tabung untuk menghindari karat dan korosi.

KEUNGGULAN STARVASI STARVVO®  LENGKAP 

1. Pin & Segel Pengaman  Terbuat dari  Aluminium & Plastik 3M Anti Karat 

2. Falve Gagang Terbuat dari Besi Baja Anti Korosi 

3. Presure Gauge Terbuat dari Lapisan besi kuningan Titanium Palat Jarum Lapisan  

4. Hose Selang Terbuat Dari Karet Sintetik Suamari Anti Bocor

5. Palat Besi Stell CE© Standar Inport dilapisi  Cat Coathing RED Fernishing Berwalitas PROTERA™

KEUNGGULAN SERTIFIKASI STARVVO® LENGKAP Alat Pengukur Tekanan memberitahukan kondisi dalam sekejab mata. Alat pengukur tekan dapat memberitahukan apakah alat pemadam ini masih berfungsi atau tidak. Alat ini masih dalam keadaan baik bila jarum pengukur berada pada daerah hijau. ( Tekanan berkisar 12-15kg/ cm2). Konstruksi yang sempurna yang kedap udara dikembangkan oleh “ STARVVO” Kelembaban yang merupakan musuh utama dari pemadam api, seperti gejala gumpalan tidak akan terjadi pada Starvvo Fire ( lembab, bergumpal). “ STARVVO” Serbuk Kimia Kering serbaguna dapat diandalkan tetap ampuh dalam jangka waktu lama. Nitrogen ( N2) sebagai alat pendorong. Kekuatan semprotan keluar yang selalu stabil dijamin oleh alat pendorong Nitrogen ( N2) Yang hamper tidak dipengaruhi oleh kelembaban dan perubahan suhu sekitarnya. Terkenal Bermutu Tinggi. “ STARVVO” Serbuk Kimia Kering Serbaguna yang bermutu tinggi dikembangkan oleh “ STARVVO” dengan menggunakan teknik pelopor yang memenangkan kepopuleran karma daya pemadaman yang hebat dan tetap stabil. Cepat memadamkan segala jenis kebakaran/ api. Daya pemadaman yang menakjubkan untuk segala jenis kebakaran , Api “ A” Kayu, Kertas, Tekstil, Karet, dll. Api “ B” Minyak dan Gas. Api “ C” Listrik. Keamanan terjamin karena tidak berbahaya bagi manusia dan hewan. Pengeluaran Yang dapat diKontrol. Penyemprotan serbuk dapat dilaksanakan atau dihentikan dengan menekan atau melepaskan pengatup. Keamanan dan Efisiensi terjamin bahkan untuk kebakaran yang terjadi bersama-sama di dua tempat. Mudah Digunakan. Pemadam Api dapat dilakukan dengan mudah hanya dengan menarik Pin Pengaman dan menekan Pengatup. PERHATIAN · Isilah kembali STARVVO Fire setelah dipergunakan.

9. SETRIFIKAT & I. RECOMENDASI  : SETRIFIKAT ISO, STANDAR INDONESIA 

  1. Jas-AnzSertifikat ISO/SNI 9001:2008 Quality Management System
  2. Sertifikat Uji Laboratorium di Kementrian Lingkungan Hidup
  3. Sertifikat Uji Laboratorium Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta
  4. Sertifikat Ahli Pembinaan dan Pengawasan PJK3 Menteri Tenaga Kerja
  5. Sertifikat SK Ahli K3 Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI
  6. Sertifikat Uji Laboratorium Alat Pemadam Api Lemigas
  7. Sertifikat Hak Paten Merk STARVVO dan FIRE INDO dari HAKI
  8. Sertifikat Uji Laboratorium Alat Pemadam Api BPPT
  9. Sertifikat Uji Laboratorium Alat Pemadam Api POLRI Surat Rekomendasi Tempat Pengisian Ulang dan Hydrostatic Test 

CARA PEMAESANAN ALAT PEMADAM KEBAKARAN API RINGAN INPORT & lOKAL DENGAN  MUDAH

ALAT PEMADAM API RINGAN BARU 

1. Hubungin No. Sales Marketing Kami OFICE

2. Pastikan kwantity, Tipe Ukuran &     JENIS

3. Lakukan Negosiassi                         HARGA

4. Jadwal Pengiriman Barang               APAR 

5. Cek Barang Infoice & Penaran Lakukan Pembayaran Sesuai kesepakatan 

6. Penawaran & Infoice 

KEUNTUNGAN MEMILIKI APAR  & APAB STARVVO 

1. Manual BOOK Kartu inpeksi cek bulanan LABEL 

2. Stiler masa EXPIRED

3. Gantungan HANGER 

4. Tanda Panah MARKAH 

5. Gratis Ongkos Kirim SE JBODETABEK- 

Cara Pemasangan APAR Yang Baik Dan Benar :

1. Setiap satu atau kelompok alat pemadam api ringan harus ditempatkan pada posisi yang mudah dilihat dengan jelas, mudah dicapai dan diambil serta dilengkapi dengan pemberian tanda pemasangan.

2. Tinggi pemberian tanda pemasangan tersebut adalah 125 cm dari dasar lantai tepat diatas satu atau kelompok alat pemadam api ringan bersangkutan.

3. Pemasangan dan penempatan alat pemadam api ringan harus sesuai dengan jenis dan penggolongan kebakaran.

4. Penempatan tersebut antara alat pemadam api yang satu dengan lainnya atau kelompok satu dengan lainnya tidak boleh melebihi 15 meter, kecuali ditetapkan lain oleh pegawai pengawas atau ahli keselamatan Kerja.

5. Setiap alat pemadam api ringan harus dipasang (ditempatkan) menggantung pada dinding dengan penguatan sengkang atau dengan konstruksi penguat lainnya atau ditempatkan dalam lemari atau peti (box) yang tidak dikunci

6. Lemari atau peti (box) seperti tersebut dapat dikunci dengan syarat bagian depannya harus diberi kaca aman (safety glass) dengan tebal maximum 2 mm. 6. Ukuran panjang dan lebar bingkai kaca aman (safety glass) tersebut harus disesuaikan dengan besarya alat pemadam api ringan yang ada dalam lemari atau peti (box) sehingga mudah dikeluarkan. .7 Pemasangan alat pemadam api ringan harus sedemikian rupa sehingga bagian paling atas (puncaknya) berada pada ketinggian 1,2 m dari permukaan lantai kecuali jenis CO2 dan tepung kimia kering (dry chemical) dapat ditempatkan lebih rendah dengan syarat, jarak antara dasar alat pemadam api ringan tidak kurang 15 cm dan permukaan lantai.

7. Alat pemadam api ringan tidak boleh dipasang dalam ruangan atau tempat dimana suhu melebihi 49°C atau turun sampai minus 44°C kecuali apabila alat pemadam api ringan tersebut dibuat khusus untuk suhu diluar batas tersebut diatas. 8. Alat pemadam api ringan yang ditempatkan di alam terbuka harus dilindungi dengan tutup pengaman agar mudah dalam langkah langkah menanggulangi bahaya kebakaran.

Syarat Penempatan APAR : Pada jalur keluar Dekat dengan daerah yang mempunyai resiko kebakaran tinggi, Mudah dilihat, dijangkau dan diambil oleh pengguna, Diberi tanda yang menunjukkan tentang adanya apar dengan warna merah Pada posisi yang sama di setiap lantai Pada sudut-sudut koridor Dekat dengan pintu Setiap APAR dipasang pada posisi yang mudah dilihat dan dijangkau Pemasangan APAR harus sesuai dengan jenis benda / tempat yang dilindungi Setiap APAR harus dipasang menggantung Pemasangan APAR dengan ketinggian max. 1,2 mtre. Pemasangan APAR tidak boleh diruangan yang mempunyai suhu lebih dari 49º C dan di bawah 4º C Hal – hal yang perlu diperhatikan di dalam melaksanakan pemadaman Dapat bekerja dengan tenang dan tabah Berani mengambil tindakan – tindakan yang dianggap perlu Harus dapat bekerja dalam team yang kompak Di mulai dari api yang tipis / kecil Pemadaman dilakukan searah dengan arah angin atau dari samping Pemadaman dilakukan pada sumber apinya Gunakan alat pemadam yang sesuai dan tepat Berdasarkan Ukurannya

Alat Pemadam Dapat Dibedakan Sbb 

Alat Pemadam Api Ringan ( APAR ) Alat Pemadam Api Berat ( APAB ) Berdasarkan Jenisnya, Alat Pemadam Api terdiri dari : Jenis FOAM ( Busa ) Jenis CO2 Jenis Kimia Kering Jenis Hallon Jenis Gas Cair / Liquid Gas / Pengganti Halon Tanda Tempat Pemasangan APAR pada dinding Segitiga sama sisi warna dasar merah Ukuran sisi 35 cm Tinggi tanda 7,5 cm Ruang tulisan tinggi 3 cm warna merah Tanda tempat pemasangan APAR pada : 20 cm 120 cm (A) (B) A.Tiang berbentuk bulat B.Tiang berbentuk kotak Penempatan Fungsi Alat Pemadam Api : Fire extinguisher atau alat pemadam api ringan (apar) merupakan alat pemadam api yang pemakaiannya dilakukan secara manual dan langsung diarahkan pada posisi dimana api berada. Apar disediakan pada tempat-tempat strategis yang disesuaikan dengan peraturan dinas pemadam kebakaran : Untuk setiap 200 m2 ruang terbuka disediakan 1 unit apar type a dengan jarak antara setiap unit maksimum 20 meter. Untuk ruang yang dilengkapi dengan pembagi / pembatas ruang, disediakan 1 unit apar type a tanpa memperhatikan luas ruang. Untuk daerah/ruang mekanikal-elektrikal berskala kecil disediakan 1 unit apar type a dan 1 unit apar type b Untuk daerah/ruang mekanikal-elektrikal berskala besar disediakan 1 unit apar type a, 1 unit apar type c dan 1 unit apar type d. Peralatan utama & fungsi apar : Type a : multipurpuse dry chemical powder 3,5 kg apar Type b : gas co2 6,8 kg apar Type c : gas co2 10 kg apar Type d : multipurpuse dry chemical powder 25 kg (dilengkapi dengan trolley).

Standar Operasional Prosedur. S. O. P. Penggunaan, Perawatan dan Pemeliharaan APAR

Fidio 

Alat Pemadam Api Ringan (fire extinguisher) atau APAR adalah alat yang sangat penting. Itu karena APAR berfungsi mematikan api pada saat pertama kali muncul. Penggunaan APAR yang efektif akan mampu mencegah terjadinya bahaya kebakaran. Ada banyak faktor yang mempengaruhi efektifitas pencegahan kebakaran di tempat kerja. Bukan saja pemilihan jenis alat pemadam api yang harus tepat, akan tetapi harus diperhatikan pula faktor pemasangan dan pemeliharaannya. Pemerintah Republik Indonesia, melalui Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi no. Per-04/MEN/1980 tentang syarat-syarat pemasangan dan pemeliharaan alat pemadam api ringan (APAR), telah memberikan petunjuk teknis yang jelas mengenai hal tersebut di atas. Dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi no. Per-04/MEN/1980 tersebut dijelaskan mengenai hal-hal pokok yang berkaitan dengan cara pemasangan dan pemeliharaan alat pemadam api ringan. 

Tips dan Tata cara perawatan APAR perbulannya: Pertama lakukan pembersihan pada bodytabung dari debu maupun karat, caranya gosoklah tabung tersebut dengan lap basah sehingga bersih dari debu, setelah itu jika ada karat bisa gunakan pembersih karat, lalu akhiri dengan menggosok ulang dengan menggunakan lap kering. Untuk tabung type cartridge jangan lupa periksa bagian leher tabung alat pemadam api dengan membuka threaded tabung tersebut dan cek apakah segel masih dalam keadaan utuh atau tidak. Lalu pasang kembali ke posisi semula. Usahakan agar tabung alat pemadam api ringan terhindar dari kontak langsung matahari dan hujan. Sebaikanya berikan pelindung atau penutup pada tabung guna menjaga kualitas tabung agar tetap tahan lama. Lakukan pengecekan terhadap gas pendorong di dalam tabung, pastikan masih dalam keadaan bertekanan dengan cara cek posisi jarum yang terdapat di pressure gauge berada di posisi 15 s/d 20 bar. Khusus alat pemadam api portable jika posisi tabung digantung menggunakan Bracket, atau pengait pastikan Bracket dalam keadaan kuat dan melekat sempurna dengan dinding. Untuk menghindari zat pemadam di dalam tabung, terutama alat pemadam api Dry Chemical Powder, Anda bisa membolak-balikan tabung, Anda bisa lakukan hinggi 3 sampai dengan 5 kali dengan perlahan dan hati-hati. Jika

Alat pemadam api yang Anda miliki adalah tabung model Wheeled Trolley atau tabung pemadam beroda Lakukanlah pelumasan rutin pada roda tabung. Pastikan jari-jari, velg, dan posisi roda dalam keadaan baik. Agar menghindari kemacetan roda, patah velg dan jari-jari, saat tabung akan digunakan atau dipindahkan dari posisi sebelumnya. Setiap alat pemadam api ringan selain memerlukan perawatan perbulannya Apar juga perlu juga di adakan pemeriksaan 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu: pemeriksaan dalam jangka 6 bulan dan 12 bulan. Pemeriksaan dalam jangka 6 (enam) bulan meliputi: Berisi atau tidaknya tabung, berkurang atau tidaknya tekanan dalam tabung, rusak atau tidaknya segi pengaman cartridge atau tabung bertekanan dan mekanik penembus segel; Bagian-bagian luar dari tabung tidak boleh cacat termasuk handel dan label harus selalu dalam keadaan baik Mulut pancar tidak boleh tersumbat dan pipa pancar yang terpasang tidak boleh retak atau menunjukan tanda-tanda rusak. Untuk alat pemadam api ringan cairan atau asam soda, diperiksa dengan cara mencampur sedikit larutan sodium bicarbonat dan asam keras diluar tabung, apabila reaksinya cukup kuat, maka alat pemadam api ringan tersebut dapat dipasang kembali; Untuk alat pemadam api ringan jenis busa diperiksa dengan cara mencampur sedikit larutan sodium bicarbonat dan aluminium sulfat diluar tabung, apabila cukup kuat, maka alat pemadam api ringan tersebut dapat dipasang kembali;Untuk

Alat pemadam api ringan hydrocarbon berhalogen kecuali jenis tetrachlorida diperiksa dengan cara menimbang, jika beratnya sesuai dengan aslinya dapat dipasang kembali; Untuk alat pemadam api jenis carbon tetrachlorida diperiksa dengan cara melihat isi cairan didalam tabung dan jika memenuhi syarat dapat dipasang kembali. Untuk alat pemadam api jenis carbon dioxida (CO2) harus diperiksa dengan cara menimbang serta mencocokkan beratnya dengan berat yang tertera pada alat pemadam api tersebut, apabila terdapat kekurangan berat sebesar 10% tabung pemadam api itu harus diisi kembali sesuai dengan berat yang ditentukan. Pemeriksaan dalam jangka 12 (dua belas) bulan; Untuk alat pemadam api jenis cairan dan busa dilakukan pemeriksaan dengan membuka tutup kepala secara hati-hati dan dijaga supaya tabung dalam posisi berdiri tegak, kemudian diteliti sebagai berikut: Isi alat pemadam api harus sampai batas permukaan yang telah ditentukan; Pipa pelepas isi yang berada dalam tabung dan saringan tidak boleh tersumbat atau buntu; Ulir tutup kepala tidak boleh cacat atau rusak, dan saluran penyemprotan tidak boleh tersumbat. Peralatan yang bergerak tidak boleh rusak, dapat bergerak dengan bebas, mempunyai rusuk atau sisi yang tajam dan bak gesket atau paking harus masih dalam keadaan baik; Gelang tutup kepala harus masih dalam keadaan baik; Bagian dalam dan alat pemadam api tidak boleh berlubang atau cacat karena karat; Untuk jenis cairan busa yang dicampur sebelum dimasukkan larutannya harus dalam keadaan baik; Untuk jenis cairan busa dalam tabung yang dilak, tabung harus masih dilakakukan  dengan baik; Lapisan pelindung dan tabung gas bertekanan, harus dalam keadaan baik;

Alat Pemadam Api Ringan APAR tabung gas bertekanan harus terisi penuh sesuai dengan kapasitasnya. Untuk alat pemadam api jenis hydrocarbon berhalogen dilakukan pemeriksaan dengan membuka tutup kepala secara hati-hati dan dijaga supaya tabung dalam posisi berdiri tegak, kemudian diteliti menurut ketentuan sebagai berikut; Isi tabung harus diisi dengan berat yang telah ditentukan; Pipa pelepas isi yang berada dalam tabung dan saringan tidak boleh tersumbat atau buntu; Ulir tutup kepala tidak boleh rusak dan saluran keluar tidak boleh tersumbat; Peralatan yang bergerak tidak boleh rusak, harus dapat bergerak dengan bebas, mempunyai rusuk atau sisi yang tajam dan luas penekan harus dalam keadaan baik; Gelang tutup kepala harus dalam keadaan baik; Lapiran pelindung dari tabung gas harus dalam keadaan baik;

Alat Pemadam Api Ringan APAR (fire extinguisher) atau APAR adalah alat yang sangat penting. Itu karena APAR berfungsi mematikan api pada saat pertama kali muncul. Penggunaan APAR yang efektif akan mampu mencegah terjadinya bahaya kebakaran. Ada banyak faktor yang mempengaruhi efektifitas pencegahan kebakaran di tempat kerja. Bukan saja pemilihan jenis alat pemadam api yang harus tepat, akan tetapi harus diperhatikan pula faktor pemasangan dan pemeliharaannya. Pemerintah Republik Indonesia, melalui Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi no. Per-04/MEN/1980 tentang syarat-syarat pemasangan dan pemeliharaan alat pemadam api ringan (APAR), telah memberikan petunjuk teknis yang jelas mengenai hal tersebut di atas. Dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi no. Per-04/MEN/1980 tersebut dijelaskan mengenai hal-hal pokok yang berkaitan dengan cara pemasangan dan pemeliharaan alat pemadam api ringan.

Tempat kerja merupakan salah satu lokasi yang rawan terhadap bahaya kebakaran, maka berdasarkan hal tersebut pemerintah telah menetapkan peraturan perundangan untuk menanggulangi masalah kebakaran. Seperti yang tertuang dalam Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pasal 3 ayat 1 yang berisi tentang syarat-syarat keselamatan kerja untuk : mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran ; mencegah dan megurangi peledakan ; memberikan kesempatan/jalan menyelamatkan diri dalam bahaya kebakaran ; pengendalian penyebaran asap, gas, dan suhu. Proses Terjadinya Kebakaran Kebakaran adalah api yang tidak terkontrol dan tidak dikehendaki karena dapat menimbukan kerugian baik harta benda maupun korban jiwa. Api dapat terbentuk jika terdapat keseimbangan tiga unsur yang terdiri dari bahan bakar, oksigen, dan panas. Hubungan ketiga komponen ini biasanya disebut dengan segitiga api, sehingga bila mana salah satu unsur tersebut dihilangkan maka api akan padam. Metode Pemadaman Bedasarkan teori segitiga api maka prinsip teknik pemadaman adalah dengan merusak keseimbangan pencampuran ketiga unsur penyebab kebakaran, atau dengan menghentikan proses pembakaran dengan memutus rantai reaksi. Prinsip itu dapat dilakukan dengan teknik-teknik sebagai berikut :

1. Pendinginan (Cooling) Suatu kebakaran dapat dipadamkan dengan mendinginkan permukaan dari bahan yang terbakar dengan menggunakan semprotan air sampai suhu dibawah titik nyala. Untuk bahan bakar dengan titik nyala yang rendah seperti bensin, pendinginan dengan menggunakan bahan air kurang efektif. Pendinginan digunakan dalam memadamkan kebakaran yang melibatkan bahan bakar dengan titik nyala yang tinggi.

2. Penyelimutan (Smothering) Suatu kebakaran dibatasi dengan memutus hubungan bahan bakar dengan oksigen atau udara yang diperlukan bagi terjadinya proses pembakaran. Menyelimuti suatu kebakaran dengan CO2 atau busa akan menghentikan supply udara untuk kebakaran.

3. Memisahkan bahan yang dapat terbakar ALAT PEMADAM KEBAKARN API STARVOO (Starvation) Metode Elemen bahan isi alat pemadam api ringan Merk staarvvo ketiga untuk memadakan api adalah dengan memisahkan bahan yang dapat terbakar dengan jalan menutup aliran bahan bakar yang menuju tempat kebakaran atau menghentikan supply bahan bakar.

4. Memutus reaksi rantai kimia Terjadinya proses pembakaran dari gabungan ketiga unsur menghasilkan gas-gas lainnya seperti H2S, NH3, HCN (sesuai dengan benda yang terbakar). Hasil reaksi yang penting adalah atom bebas O dan H yang dikenal sebagai atomatom radikal yang membentuk OH dan pecah menjadi H2 dan O. Atom radikal O dapat membentuk api lebih besar. Maka cara pemadaman ini adalah dengan memutus rantai reaksi pembakaran dengan media pemadam api yang bekerja secara kimia. Klasifikasi Kebakaran Tujuan dari klasifikasi kebakaran adalah untuk mengenal jenis media pemadam api sehingga dapat memilih media yang tepat bagi suatu kebakaran berdasarkan klasifikasi. Klasifikasi kebakaran di Indonesia yang ditetapkan dalam Permenaker No. 04/Men/1980 mengacu pada NFPA sebagai berikut :

1. Klas A : Bahan Padat kecuali logam (Kayu, arang, kertas, plastik dan lain-lain)

2. Klas B : Bahan cair dan gas (Bensin, Solar, minyak tanah, aspal, alkohol, elpiji, dll.)

3. Klas C : Peralatan listrik yang bertegangan

4. Klas D : Bahan Logam (Magnesium, Almunium, Kalium, dll.)

Jenis Media Pemadam A. Media Pemadam Cair

1. Air : Air dapat dipakai sebagai pemadam kebakaran klas A dan B.

2. Busa : Efektif memadamkan kebakaran klas A dan B terutama jika permukaan yang terbakar sangat luas.

3. CO2 :Cocok untuk memadamkan kebakaran klas B dan C. B.

Media Pemadam Padat

1. Pasir dan Tanah Efektif untuk memadamkan kebakaran klas A dan B namun hanya untuk ceceran minyak atau oli dalam jumlah yang kecil.

2. Tepung Kimia Cara kerja tepung kimia dalam memadamkan api adalah dengan memisahkan atau menyelimuti bahan dengan udara dan secara kimia memutuskan rantai reaksi pembakaran.

Dalam pemadaman perlu diperhatikan 

1. Arah angin

2. Jenis bahan yang terbakar

3. Volume dan potensi bahan yang terbakar

4. Letak dan situasi lingkungan

5. Lamanya terbakar

6. Alat pemadam yang tersedia Teknik Penggunaan Media Pemadam Kebakaran

4. Letakan kopling dalam gulungan tunggal/ganda

B. APAR (Alat Pemadam Api Ringan) Sebelum melakukan pemadaman dengan APAR harus di test terlebih dahulu dengan membuka kunci pengaman dan mengarahkan nozzle ke atas.

1. Jenis bubuk  kimia kering : lakukan test di tempat pengambilan APAR dan arahkan nozzle ke atas, handle di tekan/dipukul.

2. Jenis CO2 : lakukan test di tempat pengambilan APAR arahkan nozzle ke atas jangan memegang corong (horn) saat memadamkan kebakaran.

3. Jenis Busa mekanik: nozzle dipegang pada lubang masuk udara.

4. Jenis busa kimia : perhatikan selang APAR jangan sampai tersumbat.

5. Selesai pemadaman pancaran nozzle harus selalu diarahkan ke bawah. Pedoman Keselamatan Pemadam Sebagai pedoman setiap akan bertindak dalam pemadaman kebakaran harus mengutamakan keselamatan jiwa (safe life first) baik diri sendiri atau keselamatan team. Untuk itu setiap pemadam harus :

1. Tegas dan disiplin

2. Tenang, waspada (mudah berfikir) dan percaya diri.

3. Kompak dalam kerja sama team

4. Cepat dan efesien

5. Setiap selesai pemadaman yakinkan api telah padam mundur sampai jarak aman dan jangan langsung balik badan. Hal ini dapat dicapai karena terbiasa, dari pengalaman dan keterampilan yang diperoleh dalam latihan. Andy Rifky- 087885235999

Read 37 times Last modified on Thursday, 18 January 2018 00:33
Andy Rifky

Andy Rifky

Penulis adalah Co-founder PT. Global Mitra Proteksindo dan menjalani kegiatan rutin sebagai Online Marketing & Sales Manager  sejak Tahun 2009 sampai sekarangSenang menggeluti dunia Digital & Internet Marketing dan E-Commerce Business Content Strategy. Ingin berbagi pengalaman, pengetahuan dan informasi produk aktual dalam bidang Proteksi dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran serta Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Membantu Anda memberi referensi pilihan Produk Terbaik dan Data Komprehensif atas kebutuhan dalam Perencanaan dan Aplikasi Standarisasi Manajemen Mutu Program K3 pada Teamwork, Aset, Perusahaan atau Usaha Anda khususnya dalam Survey, Design, Instalasi, Penyediaan dan Training Alat Proteksi Kebakaran baik Alat Pemadam Api Manual maupun Sistem Otomatis ;  Fire Alarm, Fire Hydrant System, Safety Equipment / PPE, Kitchen Protection System dan FM200 Fire Suppression System.

  

Andy Rifky 

View Anwar Arifin's profile on LinkedIn

Mobile /
 WA 087885235999

PT. Global Mitra Proteksindo
Komp. Taman Palem Mutiara
Cengkareng, Jakarta Barat

Office: 021-54353513, 54353488, 54353498
Fax. 54355904
Email: gmproteksi@gmail.com

Media

Demo Alat Pemadam Demo Alat Pemadam

Google Plus (2)